Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online

Penyebab dan Pencegahan Penyakit Usus Buntu

05 Feb, 2024

SARIASIH.com - Sakit usus buntu atau apendisitis adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian segera. Beberapa ciri dan gejala sakit usus buntu termasuk nyeri di daerah perut, nyeri yang memburuk seiring waktu, Mual dan muntah, Hilangnya nafsu makan, Demam, konstipasi atau diare.

Namun gejala usus buntu ini sebetulnya mirip dengan keluhan penyakit lain yang melibatkan organ pencernaan, saluran kemih , dan organ reproduksi.

Maka dari itu biasanya bila ada keluhan tersebut akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi/USG perut atau CT-Scan untuk memastikan diagnosa.

Penyebab sakit usus buntu atau apendisitis adalah peradangan pada usus buntu yang terletak di bagian bawah perut, di sebelah kanan. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh sumbatan pada kantung usus buntu yang merupakan bagian dari usus besar.

Beberapa penyebab umum termasuk:

Penyumbatan pada appendix atau usus buntu oleh benda asing, kotoran atau tinja, atau tumor :

- Peningkatan tekanan di dalam usus buntu dapat menyebabkan peradangan jika ada penyumbatan oleh tinja atau kotoran keras.

Infeksi:

- Infeksi bakteri di dalam usus buntu dapat menyebabkan peradangan, bengkak dan terbentuk nanah sehingga usus buntu tertekan dari dalam.

Pertumbuhan jaringan limfoid:

- Terkadang, pertumbuhan jaringan limfoid di dalam usus buntu dapat menyebabkan penyumbatan.

Penyumbatan oleh benda asing:

- Kadang-kadang, benda asing seperti biji-bijian atau parasit dapat menyebabkan penyumbatan dan peradangan.

Sayangnya, tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit usus buntu. Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko terjadinya apendisitis. Beberapa saran pencegahan melibatkan:

1. Pola Makan Sehat :

- Mengonsumsi makanan yang kaya serat dapat membantu mencegah penyumbatan usus dan mengurangi risiko apendisitis. Buah-buahan, sayuran, merupakan makanan yang kaya serat.

2. Minum Cukup Air putih :

- Mengonsumsi cukup air putih dapat menjaga hidrasi tubuh dan membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sehingga mencegah pembentukan tinja keras.

3. Hindari makanan yang memicu peradangan usus

4. Melakukan screening bila ada keluarga dengan riwayat tumor colon

5. Pentingnya menjaga kesehatan Usus:

- Menjaga kesehatan usus dengan mengonsumsi probiotik atau makanan yang mengandung bakteri baik, seperti yogurt, dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Bagikan :

Jadwal Poliklinik
dr. Fitria , SpPD
dr. Fitria , SpPD
Penyakit Dalam
dr. Teddy Septianto , SpPD
dr. Teddy Septianto , SpPD
Penyakit Dalam
dr. Tri Hapsoro Guno , SpPD
dr. Tri Hapsoro Guno , SpPD
Penyakit Dalam
dr. Kharisma Wibawa Nurdin Putra , SpPD
Penyakit Dalam
Layanan Online
Layanan Online
Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok