Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online

Kenali Gejala dan Penanganan Virus Polio

19 Jan, 2024

SARIASIH.com - Virus polio saat ini kembali marak dan telah dijadikan sebagai kejadian luar biasa dikarenakan sejumlah anak telah terinfeksi virus ini, yang padahal, dalam beberapa jangka waktu, Indonesia telah mendapat sertifikat bebas polio.

Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, dr. Miky Akbar, SpA, menerangkan bahwa polio adalah salah satu penyakit infeksi pada saraf yang diakibatkan oleh virus polio itu sendiri.

Disebut penyakit saraf dikarenakan virus polio menyerang sistem saraf pusat dan perifer dan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Virus polio biasanya menyebar melalui rute fecal-oral, yang berarti dapat ditransmisikan melalui kontak langsung atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi dengan tinja (feses) penderita yang terinfeksi virus polio.

“Virus tersebut kembali ada dimungkinkan akibat virus polio yang tertidur dalam tubuh seorang anak yang pernah terinfeksi. Virus akan berkembang saat tubuh dalam kondisi imun tubuh lemah . Hal ini diistilahkan dengan sindrom pasca polio,” ujar dr. Miky Akbar, SpA.

Namun demikian, adanya fakta anak yang terserang virus polio perlu dikaji ulang presentasi cakupan imunisasi polio di daerah tersebut yang menyebabkan virus polio bisa muncul kembali. Seorang anak yang terserang polio bisa menjadi bukti bahwa anak tesebut tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut, sehingga perlu di evalusi Kembali.

Lebih lanjut dijelaskan dr. Miky Akbar, SpA, polio gejala awalnya tidak spesifik, karena mirip dengan infeksi saluran pernapasan pada umumnya dan memiliki masa inkubasi mulai 7 hingga 21 hari sebelum menimbulkan gejala serius berupa kelumpuhan.

“Gejala awal seperti demam, sakit tenggorokan, batuk pilek, nyeri otot, lemas. Kemudian 7 - 14 hari setelah gejala awal tersebut dapat terjadi rasa kebas (baal) terutama di bagian kaki, kelemahan kedua kaki sampai sulit berjalan dan sulit menggenggam benda yang seharusnya bisa dipegang,” jelas dr. Miky Akbar, SpA.

Polio sendiri terbagi 2 jenis, yang pertama Polio Non-Paralitik: Ini adalah bentuk yang lebih ringan dari penyakit, menyebabkan gejala flu-like syndrome seperti demam, sakit tenggorokan, mual, dan muntah. Bentuk polio non-paralitik ini biasanya tidak meninggalkan kerusakan jangka panjang. Jenis poli yang kedua yaitu Polio Paralitik: Ini adalah bentuk yang lebih berat. Virus ini mempengaruhi sistem saraf pusat dan perifer. menyebabkan kelemahan otot dan, dalam kasus yang parah mengakibatkan kelumpuhan yang seringkali bersifat permanen atau ireversibel.

Semua batas usia anak berisiko jika tidak memiliki status imunisasi lengkap dan bahkan tidak pernah di imunisasi. Proses pertumbuhan perkembangan pada anak di bawah usia 2 tahun bisa terganggu jika terkena infeksi virus polio. Polio yang menyebabkan kelumpuhan permanen sangat sulit untuk mengembalikan fungsinya seperti awal, kecuali pada jenis polio non paralitik, masih bisa dilakukan rehabilitasi dan fungsinya dapat membaik pada 20-30% kasus dalam waktu 6 bulan, minimal terjadi perbaikan fungsi dalam waktu 1-2 tahun.

Bagikan :

Jadwal Poliklinik
dr. Beatrix Siregar , M.Ked (Ped), SpA
dr. Beatrix Siregar , M.Ked (Ped), SpA
Anak
dr. H. Didik Wijayanto, Sp.A
dr. H. Didik Wijayanto, Sp.A
Anak
dr. Widyastuti, Sp.A
dr. Widyastuti, Sp.A
Anak
dr. H. Mahruzzaman Naim Sp.A
dr. H. Mahruzzaman Naim Sp.A
Anak
dr. Iqbal Zein Assyidiqie , Sp.A
dr. Iqbal Zein Assyidiqie , Sp.A
Anak
Layanan Online
Layanan Online
Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok