Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online

Ini Efek Kesehatan dari Puasa Ramadan

20 Mar, 2024

SARIASIH.com - Berpuasa memiliki berbagai efek kesehatan yang bisa berdampak baik pada kondisi tubuh individu yang melakukannya. Dampak baik pada tubuh memang tergantung kepada kondisi masing-masing individu yang melaksanakannya.

Namun secara umum, berpuasa memiliki efek kesehatan yang baik. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RS IMC Bintaro (RS Sari Asih Group), Kota Tangerang Selatan, dr Pradipto Utomo, SpPD, beberapa efek kesehatan yang mungkin didapat dari seseorang yang menjalani puasa Ramadan.

“Berpuasa bisa menyebabkan penurunan berat badan karena asupan kalori berkurang. Biasanya pemenuhan kalori terjadi sejak pagi hingga malam hari, namun saat berpuasa pola makan berubah dan dibatasi,” sebutnya. 

Kemudian berpuasa secara teratur dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan mekanisme penurunan tekanan darah, kadar kolesterol, dan peradangan dalam tubuh. 

“Puasa dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), serta menurunkan tekanan darah. Ini bisa terjadi karena selama puasa, tubuh mulai menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, yang pada gilirannya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan tekanan darah,” terang dr Pradipto Utomo, SpPD. 

Selain jantung, puasa juga menurutnya dapat membantu tubuh dalam proses detoksifikasi dan penurunan risiko diabetes. Berpuasa Ramadan dapat membantu meningkatkan sensivitas insulin dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. 

Kemudian puasa juga disebutkan dr Pradipto Utomo, SpPD, dapat merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

Puasa dapat merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh melalui beberapa mekanisme, di antaranya Autofagi. Autofagi adalah proses di mana sel-sel tubuh memperbaiki dan membersihkan diri mereka sendiri dengan menguraikan dan mendaur ulang komponen sel yang rusak atau tidak diinginkan.

“Selama puasa, tubuh memasuki mode ketosis, di mana cadangan glikogen hati telah habis dan tubuh mulai memecah lemak menjadi asam lemak dan keton sebagai sumber energi alternatif. Proses ketosis ini memicu aktivasi autofagi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan fungsi sel-sel kekebalan tubuh,” jelasnya.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan produksi sel darah putih, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih, terutama limfosit, bertanggung jawab untuk melawan infeksi dan penyakit dalam tubuh.

 

 

Bagikan :

Jadwal Poliklinik
dr. Pradipto Utomo , SpPD
dr. Pradipto Utomo , SpPD
Penyakit Dalam
dr. Yoppi Kencana , Sp.PD
dr. Yoppi Kencana , Sp.PD
Penyakit Dalam
dr. Sri Ayu Vernawati , SpPD-KGH
dr. Sri Ayu Vernawati , SpPD-KGH
Penyakit Dalam
dr. Amelia Fitria Dewi , Sp.PD
dr. Amelia Fitria Dewi , Sp.PD
Penyakit Dalam
Layanan Online
Layanan Online
Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok