Faktor Penyebab Seseorang Menderita Obesitas

17-02-2020

Bagikan :

SARIASIH.com – Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menyatakan jika jumlah penderita obesitas atau kegemukan pada orang dewasa diatas 18 tahun terus meningkat dari tahun ke tahun sejak 2007.

Dikutip dari Organisasi Kesehatan (WHO) menyatakan jika obesitas bukan hanya sekedar bertambahnya bobot tubuh yang berlebihan namun juga dapat menjadi pemicu bahkan faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit kronis seperti diabetes, kardiovaskular dan kanker.

Permasalahan kesehatan ini terjadi kepada seseorang yang mengonsumsi makanan atau minumanan namun dikesehariannya minim aktivitas untuk membakar kalori berlebih tersebut. Kalori yang menumpuk seharusnya digunakan, namun jika tidak akan menjadi lemak di dalam tubuh.

Kebanyakan dari penderita obesitas awalnya tidak menyadari bahwa berat badannya terus meningkat. Namun seiring waktu ketika orang terdekat merasa ada perubahan dan pakaian lama terasa mengecil, maka kesadaran tersebut muncul.

Seseorang yang dikatakan obesitas memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 25. Perhitungan tersebut didapatkan dengan membandingkan berat badan dengan tinggi badan. IMT tersebut digunakan untuk mengetahui apakah berat badan seseorang masih dalam tahap normal, kurang atau berlebih.

Ada beberapa faktor seseorang bisa mengalami obesitas selain tidak banyak bergerak, pertama, genetik. Bagi anak yang memiliki orangtua dengan kondisi obesitas, maka mereka memiliki risiko mengalami hal yang sama.

Meskipun genetik bukan satu-satunya penyebab seseorang menderita obesitas. Namun jika mereka yang memiliki gen obesitas dan tidak menjaga asupan dan memiliki gaya hidup tidak sehat, maka hal tersebut akan meningkatkan risiko berkali-kali lipat untuk mengalami obesitas.

Kedua, sering mengonsumsi junk food. Junk food adalah makanan yang memiliki kandungan gula, lemak, garam dan minyak yang tinggi. Kombinasi bahan-bahan tersebut dan ditambah aroma makanannya serta tambahan rasa lainnya, membuat junk food terasa enak dan menimbulkan perasaan ketagihan.

Jika perasaan tersebut terus diikuti, maka jangan heran jika berat badan bertambah dan akhirnya bisa menjadi pemicu obesitas.

Ketiga, stres. Ketika stres melanda, maka akan membuat seseorang memiliki perasaan ingin banyak mengonsumsi makanan, terutama manis dengan tujuan ingin meredakkan perasaan yang sedang dialami.

Tapi jika makanan tersebut dikonsumsi terlalu banyak dan sudah menjadi kebiasaan jika setiap kali stres datang maka pada akhirnya bisa menumpuk kalori, gula dan lemak dalam tubuh.

Keempat, tidak cukup tidur. Orang yang memiliki jam tidur larut malam secara ototmatis memilki nafsu makan yang berlebih akibat dari perubahan hormonal. Begadang membuat hormon menekan nafsu makan (leptin) diproduksi menjadi lebih sedikit.

Menurut penelitian medis juga menyatakan jika kurang tidur memiliki risiko dua kali lipta untuk mengalami obesitas. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada orang dewasa, namun juga bisa terjadi pada anak-anak yang memilki kebiasaan tidur larut malam.

Kelima, konsumsi obat-obatan tertentu. Terdapat obat-obatan yang bisa memicu kenaikan berat badan sebagai efek samping, salah satunya antidepresan. Obat tersebut dipercaya secara perlahan-lahan bisa memicu kenaikan berat badan.

Selain itu obat diabetes dan antipsikotik juga memiliki efek samping untuk meningkatkan nafsu makan dan berkurangnya tingkat metabolisme. Hal tersebut yang menstimulasi kenaikan bobot tubuh secara berlebihan.

Jika Anda memiliki gen obesitas atau merasa sedang mengadopsi gaya hidup tiidak sehat bisa meningkatkan cek gula darah di RS Sari Asih Cipondoh. Jika ingin mengetahui jadwal dokter yang ingin dituju bisa mengakses www.sariasih.com atau mehubungi nomer 021-22263738.

Coming Soon
Ok