Lupus Serang Penderita Dengan Berbagai Cara

11-05-2018

SARIASIH.com - Lupus atau biasa disebut dengan penyakit seribu wajah banyak menyasar pada seseorang yang mengalami kelelahan ekstrem. Data dari Kementrian Kesehatan penderita Lupus di Indonesia diperkirakan mencapai 1.5 juta orang. Namun sayangnya banyak dari penderita yang terlambat mengetahui penyakit tersebut karena gejala yang ditimbulkan terlalu umum dan luas hingga dianggap sebagai penyakit yang tidak berbahaya.

Lupus sendiri adalah penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh sistem imun, dimana kekebalannya menurun sehingga menyerang sel, jaringan dan organ tubuh sendiri. Pada kondisi normal justru sistem imun akan berfungsi mengendalikan pertahanan dan melindungi tubuh dari virus, kuman, hingga melawan infeksi.

Data dari WHO mencatat, jumlah penderita penyakit Lupus di seluruh dunia mencapai lima juta orang. Sebagaian besar dari mereka adalah perempuan usia produktif dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru. Hal tersebut didasari karena kromosom X yang dimiliki wanita lebih banyak daripada laki-laki yang hanya memiliki kromosom X satu saja, sehingga menyebabkan wanita memiliki peluang lebih besar.

Selain kromosom, ada beberapa penyebab lain seperti faktor genetik, dimana terdapatnya anggota keluarga yang menjadi penderita lupus. Ada pula faktor hormon, masa pubertas atau kehamilan menjadi salah satu pemicunya dan terkahir adalah Faktor lingkungan, infeksi bakteri dan virus, stres, papran sinar matahri, merokok, serta beberapa zat kimia seperti merkusi dan siliki juga dapat memicu timbulnya Lupus.

Kemenkes menyatakan bahwa Lupus memiliki tiga bentuk, pertama, Cutaneus Lupus (CL) akan mempengaruhi kulit. Kedua, Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati otak, dan saraf. Ketiga, Drug Induced Lupus (DIL), faktor ini akan timbul akibat penderita menggunakan obat-obat tertentu. Setelah pemakaian obat-obat tersebut dihentikan, pada umumnya gejala akan hilang.

Sebagai upaya dalam menekan tingginya penderita Lupus di Indonesia, Kementrian Kesehatan RI mencanangkan program deteksi dini atau yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan, salah satunya yaitu rumah sakit.

Jika Anda adalah penderitanya atau hanya ingin berkonsultasi saja, Anda bisa mendatangi RS Sari Asih, kami memiliki dokter yang kompeten dan ahli di bidangnya. Jadwal praktek dan booking bisa di ketahui melalui situs www.sariasih.com dan jika anda berlokasi di daerah Ciputat, RS. Sari Asih juga menyedikan nomer WhatsaApp 0815 8700 700 untuk memudahkan Anda menghubungi kami.

Coming Soon
Ok