Selamat Hari Gizi Nasional

26-01-2019

Bagikan :

SARIASIH.com - Permasalahan gizi di suatu negara merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena hal tersebut berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan beberapa penelitian, masalah gizi di Indonesia mengalami kecenderungan peningkatan dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Stunting, wasting (kurus atau berat badan tidak sesua tinggi) dan obesitas adalah  hal yang membuat Indonesia termasuk dalam 17 negara yang memiliki tiga masalah gizi di waktu bersamaan. Lokasi terjadinya pun tidak hanya di daerah pedalaman, namun juga di perkotaan.

Seperti yang dituturkan oleh dr. Retno Kuntarti H Bawono, M.Gizi, SpGK, dokter spesialis gizi klinik di RS Sari Asih Karawaci menyatakan “Masalah gizi yang timbul saat ini, bukan hanya terjadi di daerah-daerah terpencil, namun di perkotaan pun masih dapat ditemukan anak-anak dengan kekurangan gizi. Selain itu, masalah obesitas baik di daerah pedesaan maupun perkotaan pun turut bertambah”, ujarnya.

Hal tersebut menandakan bahwa permasalahan ini bukan hanya dikarenakan faktor kemiskinan, melainkan juga kurangnya pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.

Terlebih sebagian orang beranggapan bahwa makan adalah aktivitas yang seharusnya dapat mengenyangkan perut, namun disamping itu mereka melupakan bahwa tidak hanya sekedar pemenuhan lambung, kegiatan makan seharusnya juga perlu diperhatikan kandungan gizi yang dikonsumsi.

“Tidak hanya makan dengan tujuan supaya kenyang, namun juga memperhatikan kandungannya. Seperti menjaga asupan makan dengan gizi seimbang dimana tetap mengonsumsi karbohidrat, protein, lemak, serat dan air putih yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan”. jelas dr. Retno.

Berkembangnya teknologi menjadi lebih modern, seharusnya juga membuat setiap pribadi mengaktualisasi diri dengan meningkatkan pengetahuan dari berbagai sumber dan platformyang tersedia. Selain itu, memperhatikan latar belakang narasumber menjadi hal yang terpenting, agar fakta dan data yang disuguhkan bersifat akuntabel.

“Tingkatkan pengetahuan tentang gizi dengan cara membaca dan mendengarkan fungsi, manfaat suatu bahan makanan bagi kesehatan. Ikuti pula seminar-seminar kesehatan, dengan memperhatikan latar belakang narasumber yang memberikan pernyataan, dan telah terbukti berdasarkan suatu penelitian, bukan hanya testimoni dari masyarakat umum.” tutup wanita yang sekaligus menjadi dosen di salah satu Universitas swasta ternama di Jakarta.

 

Coming Soon
Ok