Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Sari Asih Konsultasi Online

Seks Saat Hamil, Amankah?

23 Jul, 2022

SARIASIH.com - Sebagian pasangan memilih untuk tidak berhubungan seks ketika hamil. Umumnya mereka khawatir karena takut menyakiti janin atau memiliki kepercayaan tertentu. Banyak yang merasa takut terutama di trimester pertama.

Sebenarnya, berhubungan intim tetap dapat dilakukan asal kondisi kehamilan ibu tidak bermasalah. Diungkapkan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG, seks saat hamil di saat trimester berapapun sangat boleh dilakukan.

“Pada dasarnya boleh, sangat boleh, tapi hal tersebut bagi para calon ibu tanpa risiko ataupun risiko rendah, jadi tidak ada masalah,” ujar dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG.

 

Melakukan aktivitas seksual pada ibu hamil aman dilakukan tapi jelaskan dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG memang perlu ada beberapa yang harus digaris bawahi terkait kondisi janin dan riwayat kehamilan sebelumnya yang disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual.

“Semisal ada riwayat pernah melahirkan bayi prematur, atau pada trimester ke tiga diketahui posisi ari-ari menutupi jalan lahir, atau leher rahim sedikit terbuka yang mengindikasikan akan melahirkan secara prematur atau pernah memiliki riwayat pendarahan atau memiliki radang panggul,” tegasnya.

Salah satu yang menjadi alarm yaitu adanya keputihan pada ibu hamil. Keputihan pada ibu hamil diterangkan dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG terbagi dua, normal dan tidak normal. Keputihan bisa terjadi pada ibu hamil, yang perlu diwaspadai ialah keputihan yang berubah warna, gatal, hingga nyeri.

“Untuk keputihan yang tidak biasa seperti berubah warna menjadi kuning bahkan kehijauan, gatal yang amat sangat hingga timbul rasa nyeri sebaiknya tidak melakukan aktivitas seks tapi sebaiknya diobati terlebih dahulu keputihannya,” saran dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG.

Beberapa kekhawatiran pasangan akibat aktivitas seks pada saat hamil lebih kepada keselamatan janin. Dokter Dyah Pramita Wardhani, SpOG, pun berkata jika tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan aktivitas seks boleh dilakukan.

“Rahim ibu itu sangat sangat kuat. Janin dilindungi oleh otot-otot rahim, dan ada selaput ketuban yang sangat tebal untuk melindungi janin,” sebut dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG.

Goncangan-goncangan yang terjadi saat aktivitas seksual kala hamil tidak menyebabkan keguguran, lebih jauh dijelaskan dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG, kejadian keguguran bukan disebabkan oleh aktivitas seks kala hamil.

“Hampir 80 % keguguran itu disebabkan oleh adanya kelainan pada janin itu sendiri. Jadi aktivitas seksual saat hamil tidak menyebabkan keguguran, kecuali memang ada faktor risiko yang tadi disebutkan,” tutup dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG.

Bagikan :

Jadwal Poliklinik
dr. Dyah Paramita Wardhani , SpOG
dr. Dyah Paramita Wardhani , SpOG
Kebidanan dan Kandungan
dr. Danang Tejo Pamungkas , SpOG
dr. Danang Tejo Pamungkas , SpOG
Kebidanan dan Kandungan
dr. Eka Purnama Dewi R , SpOG(K).MARS
dr. Eka Purnama Dewi R , SpOG(K).MARS
Kebidanan dan Kandungan
Layanan Online
Layanan Online
Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok