Proses Menyusui Untungkan Psikologis Ibu Dan Anak

06-08-2019

Bagikan :

SARIASIH.com – ASI adalah hal yang dapat memperkecil angka kematian dini pada bayi. Namun tidak semua ibu mengetahui betul bahwasannya ASI adalah sumber asupan satu-satunya hingga Si kecil berumur enam bulan.

Terdapat survei dari Kementrian Kesehatan terkait dengan angka pemberian ASI eksklusif meningkat dari 29,5 persen ketika tahun 2016 menjadi 35,7 persen pada tahun 2017. Meskipun bertambah, namun hal tersebut masih jauh dari target yaitu 50 persen..

Padahal ada berbagai keuntungan yang akan didapat ibu jika proses menyusui ini dijalankan. Selain berdampak pada tingkat kesehatan fisik, secara psikologi juga mampu membuat ibu merasa lebih bahagia.

Hal tersebut dikarenakan proses menyusui dapat mempercepat pelepasan hormon oksitosin atau umumnya disebut dengan hormon bahagia. Selain itu,ibu juga akan memiliki perasaan yang relaks dan nyaman.

Seringkali fenomena baby blues menyerang ibu paska melahirkan. Kesehatan mental ibu menjadi terganggu karena adanya kecemasan yang berlebih bahkan hingga depresi, namun risiko tersebut bisa diperkecil jika ibu menyusui anak hingga dua tahun.

Selain ibu, psikologi Si kecil juga diuntungkan, karena ketika menyusui ibu akan bersentuhan langsung dengan anak sehingga anak akan merasa lebih aman dan tenang. Pada akhirnya terbentuklah ikatan emosi yang positif diantara keduanya.

Masih dalam rangka pecan ASI sedunia, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menyukseskan para ibu agar mereka bisa emiliki tekad untuk menjalankan proses menyusui selama dua puluh empat bulan lamanya agar semua anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang serta memiliki tingkat kesehatan yang baik.

Coming Soon
Ok