Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Sari Asih Konsultasi Online

Lakukan Beberapa Cara Ketika Anak Alami Muntaber

09-09-2020

Bagikan :

SARIASIH.com – Muntaber atau dalam istilah medis yaitu Gastroenteritis adalah radang selaput lendir saluran pencernaan yang umumnya muncul dengan gejala diare atau muntah. Hal tersebut dapat ditandai dengan konsistensi feses yang menjadi lebih lunak atau berair dan disertai frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari.

Selain bisa terjadi pada orang dewasa, muntaber juga dapat dialami oleh anak-anak, terutama mereka yang berusia dibawah 5 tahun. Umumnya anak akan menderita diare dan muntah encer, tidak hanya itu sakit perut, kram, demam, mual dan sakit kepala adalah beberapa gejalanya.

Dikutip dari hellosehat.com jika muntaber adalah penyakit infeksi yang menempati posisi tertinggi kedua setelah infeksi pernapasan atas (ISPA) pada anak dan bayi. Muntaber juga menyebabkan sistem pencernaan anak, tepatnya usus besar, tidak bisa menyerap air dengan baik sehingga feses yang dikeluarkan menjadi lebih encer.

Penyakit yang sifatnya menular ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit. Anak menjadi lebih mudah terinfeksi dikarenakan mereka masih belum mengerti dan belum menerpakan terkait kebersihan diri.

Muntaber dapat membaik setelah 2-3 hari, namun tidak jarang diare dapat tetap bertahan hingga 10 hari kedepan. Pada saat itu Si kecil juga memiliki risiko tinggi mengidap dehidrasi karena kekurangan cairan yang cukup banyak.

Ada beberapa hal yang bisa diupayakan agar anak kembali sehat dan beraktivitas, seperti:

  • Perbanyak waktu istirahat

Anak-anak membutuhkan 10-12 jam untuk tidur setiap hari. Namun ketika mengalami penurunan kesehatan , tentu mereka membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama. Hal tersebut menjadi penting untuk kembali membuat kesehatannya pulih.

Sebagian anak tentu tidak mudah untuk berlama-lama di rumah, sehingga orang tua perlu membuat suasana menjadi lebih menarik dimata mereka, seperti membacakan cerita atau menyanyikan lagu kesukaan Si kecil agar mereka lebih mudah terlelap.

  • Perbanyak minum

Muntaber tentu membuat anak mengidap diare, untuk itu pastikan anak mengonsumsi cairan yang cukup agar tidak dehidrasi. Apabila mereka muntah atau mual, maka berikan anak minum sedikit demi sedikit.

Ketika mereka masih menyusu ASI, maka ibu tetap bisa melanjutkan pemberiannya. Namun jika anak sudah mulai besar, berika mereka minuman elektrolit ketika mengalami muntah dan diare.

  • Berikan makanan yang tepat

Karena pada saat muntaber anak menjadi lemas, maka berikan mereka makanan bertekstur lembut seperti pisang, nasi lembek atau bubur hingga makan yang berkuah, contohnya sup. Produk olahan susu juga direkomendasikan selama anak tidak bermasalah ketika mengonsumsi asupan tersebut, seperti alergi atau menderita intoleransi laktosa.

Selain itu hindari anak dari makanan siap saji, gorengan, kue hingga es krim agar kesehatannya menjadi lebih lekas pulih.

  • Hindari pemberian obat  diare

Tidak dianjurkan anak-anak dibawah usia 12 tahun diberikan obat diare. Kendati anak mengalami demam dan nyeri, maka obat yang bisa dikonsumsi adalah paracetamol.

Apabila seluruh cara sudah dilakukan namun kondisi kesehatan anak tidak kunjung membaik, maka jangan tunda membawa anak untuk mendapatkan pertolongan medis segera di RS Sari Asih terdekat.

Ibu juga tidak perlu khawatir membawa Si kecil rumah sakit, karena RS Sari Asih sudah menerapkan protokol kesehatan mulai dari kedatangan, pada saat di ruang tunggu dan ketika konsultasi dengan dokter. Hal tersebut membuat jalannya pengobatan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok