Hidup Lebih Sehat Dengan Donor Darah

11-05-2018

SARIASIH.com - Donor darah sampai saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagain orang. Penggunaan jarum yang lebih besar dibandingkan jarum suntik pada umumnya terkadang menjadi alasan keengganan mereka untuk tidak melakukannya. Ada pula alasan takut tertular penyakit, baik itu takut karena jarum yang digunakan tidak steril atau tidak mau menularkan penyakit yang diidap dalam tubuh. Namun, tenaga medis sudah pasti mengantisipasi semua hal tersebut.

Pertimbangan lainnya adalah mengenai tingkat keamanan. Bisa sangat dipastikan prosesnya, dimana darah pendonor akan dikumpulkan lewat jarum steril sekali pakai, kemudian ditampung dalam kantong darah yang steril pula. Walaupun semuanya sudah terjamin, tetapi prosesnya tidak hanya sampai disana. Darah Si pendonor diuji skrining untuk mendeteksi virus penyakit menular. Jika tercemar maka akan langsung dihancurkan.

Tempat untuk mendonorkan darah yang paling tepat adalah di Unit Transfusi Darah (UTD) resmi yang berafiliasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), seperti kantor pusat atau cabang PMI dan rumah sakit. Terkadang yang berkeinginan mendonorkan darahnya bisa juga memanfaatkan event-event yang bekerja sama dengan PMI dan terdapat aksi donor.

Sebenarnya Jika kegiatan ini di rutinkan maka akan membuat jantung sang pendonor akan lebih sehat. Dilansir dari IDN Times, penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Epidermology menyatakan bahwa pendonor yang aktif maka 88 persen cenderung lebih rendah beresiko gangguan jantung. Selain itu, pendonor juga memiliki resiko 33 persen lebih rendah untuk menderita penyakit kardiovaskular.

Tetapi hanya orang yang berusia 17-65 tahun saja yang boleh mendonorkan darahnya dan itupun jika calon pendonor lolos pemeriksaan kesehatan. Calon pendonor juga harus memiliki berat badan tidak kurang dari 45 kilogram dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani. Selain itu, tekanan darah juga harus berada pada angka 100-170 (sistolik) dan 70-100 (diastolik). Jika pendonor masih dalam masa pengobatan antibiotik resep, maka calon pendonor tidak disarankan untuk mendonorkan darahnya hingga masa pengobatannya tuntas.

Kegiatan ini juga diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 2/2011 tentang pelayanan donor darah yang diatur oleh Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai tujuan sosial dan kemanusiaan. Donor darah di bawah pengawasan PMI juga dijamin UU No. 36/2009 tentang Kesehatan, bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan donor darah yang aman, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Jika Anda berniat untuk mendonorkan darah atau hanha berkonsultasi, Anda bisa mendatangi RS Sari Asih, kami memiliki dokter yang kompeten dan ahli di bidangnya. Jadwal praktek dan booking bisa di ketahui melalui situs www.sariasih.com, atau bisa hubungi kami di (021) 5522794 dan jika anda berlokasi di daerah Ciputat, RS. Sari Asih juga menyedikan nomer WhatsaApp 0815 8700 700 untuk memudahkan Anda menghubungi kami.

Coming Soon
Ok