Hari Perawat Sedunia

12-05-2018

SARIASIH.com – Tepat pada 12 Mei seluruh perawat di penjuru dunia memperingati International Nurses Day atau Hari Perawat Internasional. Peringatan tersebut untuk mengingat kontribusi jasa perawat dalam dunia kesehatan.

Terpilihnya tanggal 12 Mei tidak terlepas dari peran seseorang yang bernama Florence Nightingale. Wanita yang berkelahiran di Italia (12 Mei 1820 – 13 Agustus 1910) adalah sosok yang mempelopori keperawatan modern.

Florence mengupayakan agar terjadinya perubahan besar dalam praktek-praktek keperawatan, sanitasi di rumah sakit, dan puskesmas pada abad ke-19. Wanita yang dikenal dengan julukan “Sang Wanita dengan Lampu” ini juga berupaya untuk mengubah citra profesi perawat menjadi lebih di pandang dan segani.

Melihat perjuangan Florence, dunia mulai disadarkan dengan perjuangan salah satu profesi tenaga medis yang patut untuk dipertimbangkan. Pada tahun 1974 International Council of Nurses (ICN) secara resmi menyatakan bahwa 12 Mei adalah peringatan Hari Perawat Internasional.

Namun baru sejak tahun 1988, ICN membuat satu tema dalam setiap periangatannya, yang mana tema tersebut akan digaungkan selama satu tahun kedepan untuk dikampanyekan. Sudah ada 31 tema yang dideklarasikan untuk menyadarkan masyarakat mengenai keperawatan hingga tahun ini.

Di lansir dari web resmi ICN, organisasi yang bermarkas di Geneva, Switzerland tersebut mengangkat tema “Suara Perawat Memimpin – Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia” untuk tahun ini. Tema tersebut sudah dikampanyekan dari awal tahun 2018.

Menurut Annette Kennedy, Presiden ICN menyatakan bahwa perawat adalah investasi. Dimana mereka bisa menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan nyawa, mencegah penyakit, menyembuhkan, meperbaiki dan merehabilitasi. Hal tersebut lebih luas dan lebih genting daripada invetasi dalam bidang eknomi. Karena itu dunia perlu untuk menghargai dan mendukung profesi ini.

Di dalam dunia Islam juga tidak ketinggalan, ada seorang wanita muslimah yang memiliki kontribusi dalam dunia kesehatan dan jasanya tidak perlu diragukan lagi. Ia adalah Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Al-Khazraj. Rufaidah memulai praktek keperawatannya dimasa Nabi Muhammad SAW.

Pengabdiannya sangat besar saat Perang Badar, Uhud dan Khandaq. Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan yang amat membantu para mujahid saat perang. Semangat wanita berkelahiran di Madinah ini sangat dihargai oleh Rasulullah hingga ia mendapatkan kesempatan untuk merawat seluruh korban perang.

Ada satu terobosan yang masih dicatat sejarah hingga saat ini. Pada saat perang Khandaq, Sa’ad bin Mu’adz terlukan dan tertancap panah di tangannya, kemudian Rufaidah lah yang merawatnya hingga stabil atau homeostatis. Hal tersebut dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan

Baik Rufaidah ataupun Florence adalah sosok yang menginspirasi dunia. Dimana dunia kesehatan pada saat itu tidak semasyhur saat ini dan masih sedikit yang menjadi tenaganya. Namun mereka bisa menyadarkan hati manusia bahwa sosok perawat adalah bagian dari jantungnya dunia kesehatan.

Selamat Hari Perawat Sedunia!

Coming Soon
Ok