DIARE, Apa & Bagaimana

07-07-2017

Bagikan :

SARIASIH.com – Sebut saja Ani, begitu khawatir buah hatinya yang masih berusia satu tahun tiba-tiba terlihat lemah, wajahnya pucat.

Anak lelakinya yang ketiga ini begitu rewel berada di dekapannya. Minum ASI pun ia enggan, saat diberi makanan lunak seperti bubur, malah menolaknya dan memuntahkannya.

Kekhawatirannya bertambah saat Ani mengetahui buah hatinya sering mengeluarkan tinja lunak berwarna kehitaman. Ani pun segera membawa buah hatinya ke rumah sakit terdekat, dan benar saja buah hatinya harus dirawat karena teridentifikasi Diare.

Diare, ditandakan dokter umum RS. Sari Asih Karawaci, dr. Ahmad Fauzan, adalah buang air besar yang lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan tinja yang dikeluarkan lebih lunak dari biasanya.

Penyebabnya pun macam-macam, antara lain karena virus, bakteri hingga parasit yang ditimbulkan oleh banyak hal terkait pola hidup yang sembarangan.

“Makan tanpa cuci tangan yang bersih, minum air mentah, makan makanan yang dihinggapi lalat, buang air besar disembarang tempat dan lingkungan rumah yang kumuh dan kotor,” sebut dr Ahmad Fauzan.

Menerapkan pola gaya hidup sehat dan bersih bisa mencegah anak maupun keluarga terserang diare.

“Cuci tangan dengan sabun sebelum makan. Sayuran, buah dan bahan makanan harus dicuci bersih sebelum dimasak atau dimakan. Selalu minum air yang telah direbus (air masak atau air matang). Memasak makanan dengan cara yang bersih. Makanan harus dilindungi dari hinggapan lalat. Jaga kebersihan diri dan lingkungan,” ujarnya.

 

 

 

 

Coming Soon
Ok