Layanan Online Sari Asih Rapid Test, SWAB, Konsultasi Online
Sari Asih Konsultasi Online

Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Di Masa Pandemi

09-09-2020

Bagikan :

SARIASIH.com – Masalah kesehatan mental tentu tidak hanya seputar orang dewasa, namun pada anak-anak juga harus diperhatikan. Terlebih saat ini pandemi masih berlangsung, sehingga beberapa aktivitas, salah satunya kegiatan belajar mau tidak mau berlangsung dari rumah.

Hal tersebut membuat anak-anak tentu merasa bosan yang bertambah-tambah. Dimana seharusnya kebutuhan anak akan bermain dan bersosialisasi dengan teman seusianya terpenuhi, namun saat ini sementara waktu harus terhenti.

Nikita Yudharani, S.Psi., M.Psi., Psi., Psikolog anak di RS Sari Asih Ciputat mengatakan hal tersebut dapat disiasati dengan meningkatkan frekuensi dan kualitas bermain dengan anak atau mengajak Si kecil untuk mengunjungi saudara yang usianya sama. Hal ini dirasa efektif untuk menghibur anak dan pastinya memenuhi kebutuhan akan interaksi dengan orang lain.

“Usia anak-anak  itu kebutuhan geraknya masih besar, begitu juga dengan kebutuhannya untuk berinteraksi dengan orang lain atau teman sebayanya. Sehingga tantangan yang dihadapi saat ini oleh orang tua untuk mengantisipasi atau mengganti kebutuhan interaksinya, bisa dengan orang tua yang lebih aktif mengajak main atau juga bermain ke rumah saudara yang seumuran” ucap wanita yang menempuh pendidikan Psikologi Profesinya di Universitas Indonesia.

Karena waktu anak lebih banyak dirumah, tidak jarang orang tua juga saat ini lebih fleksibel dengan pemberian gadget. Karena dianggap lebih mudah dan sangat membantu orangtua untuk mengisi waktu luang anak. Hal itu yang seringkali orang tua lupa, bahwa anak juga membutuhkan kehadiran mereka, baik untuk mengedukasi atau bermain bersama.

Dilansir dari mayoclinic.org, penggunaan gadget bisa dimanfaatkan untuk bonding dengan Si kecil seperti menonton bersama. Orang tua bisa memberikan pemahanan terkait apa yang mereka saksikan dan mengkorelasi serta mengambil sisi edukasinya untuk diterapkan di kehidupan nyata.

Memang tidak salah menghibur anak dengan memperbolehkan menggunakan gadget. Namun orang tua juga perlu hadir disamping mereka untung mengawasi dan menjadwalkan durasi lamanya penggunaan. Selain itu, hal yang biasa disebut screen time ini, tidak seharusnya menggantikan waktu mereka untuk membaca, bermain atau menyelesaikan suatu masalah secara bersama.

 “Seharusnya saat di rumahpun, orangtua tidak selalu harus bergantung sama gadget. Justru yang baik adalah lebih banyak melakukan aktivitas bersama anak. Terkadang belajar juga tidak harus hanya berkutat sama kertas atau pensil saja sebagai medianya, bisa diubah menggunakan hal yang lebih menarik, misalnya salah satunya menggunakan media play dough atau benda konkret lainnya” kata Psikolog Nikita.

Selain belajar, kebutuhan besar anak lainnya adalah bermain. Terlebih jika mereka masih duduk dibangku sekolah dasar, maka wajib hukumnya dua kebutuhan tersebut terpenuhi sebagai upaya untuk menjaga tingkat kesehatan mental mereka.

“Biasanya saat pandemi seperti ini masalah perilaku atau emosi pada anak muncul. Salah satu faktor yang menyebabkan adalah anak-anak merasa jenuh di rumah saja dan tidak ada waktu bermain dengan teman. Sehingga tugas besar orang tua atau pengasuh atau siapapun itu harus menyediakan waktu khusus untuk bermain sama anak.” Ucap Psikolog Nikita.

Ibu dari satu anak ini juga memberikan tips untuk orang tua yang merasa hari-harinya disibukkan oleh pekerjaan. Orang tua bisa membuat jadwal, seperti durasi waktu bersama dan menemani Si kecil agar mereka tidak merasa bosan karena hanya menatap layar.

 “Harus ada pengaturan waktu yang sudah disepakati, misalnya 30-45  menit setiap harinya, digunakan untuk berinteraksi dan bermain dengan anak. Hal itu membuat anak jadi tahu bahwa pada jam itu ada waktu untuk mereka bermain bersama dengan orang lain. Hal itu juga sebagai bentuk antisipasi anak yang jenuh dan tidak hanya bermain menggunakan gadget terus” tutur Psikolog Nikita

 

Penulis: Dina Syelvila

Editor: Nikita Yudharani, S.Psi., M.Psi., Psi.

 

Konsultasikan Dengan Dokter
Coming Soon
Ok