Burnout Syndrome Kerap Menyasasar Kaum Milenial

26-03-2020

Bagikan :

SARIASIH.com – Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan bahwa burnout syndrome menjadi salah satu kondisi stres kronis. Secara definisi kondisi tersebut adalah stres yang berhubungan dengan pekerjaan.

Situasi lingkungan kerja yang tidak kondusif mengakibatkan rasa lelah yang berkepanjangan, perasaan sinis, pola pikir negatif serta ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Karena itu, burnout syndrome juga dikenal sebagai occupational burnout atau job burnout.

WHO juga memandang burnout sebagai gangguan yang cukup serius. Umumnya terdapat beberapa ciri job burnout yang dialami seseorang, pertama, kelelahan. Pada situasi tersebut penderita akan merasa jika tubuhnya lemas, lelah secara emosional, kehabisan energi dan stuck mengatasi masalah kerja.

Selain itu, berdampak pula pada tingkat kesehatan tubuh yang seringkali disertai dengan sakit perut atau masalah pencernaan.

Kedua, tidak bersosialisasi dan menurunkan aktivitas di tempat kerja. Ketika mengalami job burnout umumnya akan merasa bahwa pekerjaan yang dimiliki begitu banyak sehingga membuat stres dan frustasi.

Karena sudah terlalu lelah dan muak dengan rutinitas sehari-hari, mengakibatkan penderita tidak peduli dengan lingkungan dan acuh dengan rekan kerja.

Ketiga, kinerja menurun. Stres yang dialami secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat produktivitas pekerjaan itu sendiri. Selain itu, penderita juga akan jadi lebih sensitif jika ditanya terkait dengan pekerjaan, sulit berkonsentrasi hingga menjadi tidak terarah dalam bekerja.

Meski terkadanng merasa sendiri dan tidak ada yang berkenana ingin menolong, namun sebenarnya ada cara untuk lepas dari jeratan akibat bekerja dengan mengkomunikasikan apa yang dirasa dengan atasan atau rekan yang memiliki latar belakang psikologi. Hal tersebut dapat bermanfaat untuk menyamakan persepsi mengenai pekerjaan yang dilakukan.

Selain itu bicara dengan orang yang bisa dipercaya seperti salah satu anggota keluarga atau orang terdekat untuk menurunkan tingkat stres yang dirasa. Dengan begitu beban yang dialami akan terasa lebih ringan karena sudah dikeluarkan.

Jika masih tidak berkenan untuk masuk kerja, manfaatkan jatah cuti untuk melakukan relaksasi seperti mengikuti yoga, meditasi atau taichi. Coba untuk berolahraga untuk dapat mengurangi stres dan kembali fokus dengan aktivitas.

Perhatikan pula kualitas tidur, tidur yang cukup bisa menstimulasi tubuh menjadi lebih bugar dan kesehatan juga bisa lebih terjaga.

Jika kondisinya sudah sangat mengganggu keseharian, maka konsultasikan hal tersebut dengan Psikolog atau Psikiater. Buat temu janji melalui Sari Asih Online yang sudah bisa diunduh di Playstore.

Coming Soon
Ok