PROFIL
       GROUP SARI ASIH
NEWS
Atasi Wasir dengan Operasi Stapler

Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang terkadang disertai pendarahan. Penyakit ini bisa menjadi sangat membahayakan jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Minimalnya, mengganggu kegiatan sehari-hari karena terasa nyeri dan perih.

Pada beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu. Misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan. Wasir juga bisa terjadi jika terlalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar  (biasanya akibat konstipasi). Hal ini bisa terjadi juga pada wanita hamil. Tetapi umumnya, penyebab wasir adalah karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan terlalu banyak duduk atau berdiri.

Penyakit  wasir sendiri terdiri dari 4 stadium (tingkat).  Yaitu  stadium I dengan gejala ringan seperti pendarahan namun tidak nyeri, dan tanpa benjolan. Untuk stadium II,  muncul benjolan di dubur pada saat buang air besar, tapi spontan bisa masuk kembali. Sedangkan wasir stadium III, benjolan tidak masuk kembali setelah buang air besar dan harus didorong pakai tangan. Sementara untuk stadium IV,  penonjolan disertai nyeri dan tidak dapat dimasukkan lagi.

Perbedaan tingkatan hemoroid inilah yang kemudian membedakan cara penanganannya. Dan jika sudah memasuki stadium II dan IV,  perlu penanganan intensif dokter spesialis bedah. Pada kasus-kasus wasir , tindakan operasi perlu dilakukan. 

 Salah satu teknik operasi wasir yang modern dan canggih adalah teknik Hemoroid Stapler. Teknik ini dikembangkan di Italia sejak tahun 1993. Di Indonesia sendiri sudah mulai banyak rumah sakit yang menyediakan tenaga ahli untuk operasi Stapler, salah satunya adalah RS Sari Asih Serang.

Menurut dokter bedah RS Sari Asih Serang, dr. Hamid Audah, SpB-KBD,  teknik stapler tidak membuang jaringan wasir, tapi menghentikan suplai darah (vaskulerasasi) terhadap jaringan wasir. Dengan demikian, jaringan wasir akan mengempis sendiri. Rasa nyeri pun sangat berkurang bila dibandingkan dengan operasi biasa.

“Dengan teknik stapler dapat mengurangi rasa nyeri saat operasi dan mengurangi waktu perawatan di rumah sakit sehingga menghemat biaya dibanding operasi biasa. Pasien pun bisa kembali melakukan aktivitas normal kembali dengan cepat,” kata dr. Hamid Audah, SpB-KBD.

Meski bukan tergolong penyakit berbahaya, wasir tak urung membuat resah bagi yang mengalaminya. Terlebih jika keluar tonjolan wasir di muara dubur (anus). Bagi penderita stadium I atau ringan, dr. Hamid Audah, SpB-KBD menyarakan agar yang mengalaminya untuk melakukan beberapa hal untuk mengatasinya. Beberapa diantaranya ialah dengan  berendam di air hangat sekitar 15 menit, setidaknya 2-3 kali dalam sehari.

Selain itu, penderita wajib mengkonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur mayur agar kotoran (feces) menjadi lunak. Hindari juga berlama-lama di toilet saat buang air besar dan jangan memaksa untuk mengeluarkan feces jika tidak terlalu mendesak.

“Melakukan olahraga teratur dan membiasakan minum air putih secukupnya (1,5 liter sehari) juga bisa mencegah penyakit ini (wasir),” terang dokter yang telah berpengalaman di bidangnya selama bertahun-tahun ini. (**) 


Berita yang lainnya...